"Jika Air bisa bening, demikianpun pikiran manusia"


Daaar!!! "Setan Pikiranpun Ngacir"

“Bagaimana Anda bisa membuat Impian dengan baik, jika masih ada Setan yang menganggu di pikiran? Jernihkanlah dulu pikiran Anda…”
Demikian jawaban saya saat ada peserta pelatihan yang bertanya tentang metode terbaik NLP dalam membuat impian yang benar-benar bisa terwujud.

Mencari bukanlah Melakukan
Banyak sekali orang sibuk mencari teknik, metode atau cara tercanggih dalam menyusun dan membuat impian yang pasti bisa terwujud. Namun, apa yang terjadi? Justru, orang tersebut sulit mewujudkan impiannya. Mengapa demikian? Karena dia sibuk mencari, bukan menjalankannya he he… Mudah saja, bukan?
Nah, jika demikian. Jauh lebih baik kita menyiapkan diri dulu agar saat membuat impian, menyusun cita-cita, mencanangkan Outcome, walau dengan apapun tekniknya, sesederhana apapun caranya, dapat terwujud menjadi sebuah wujud yang nyata.
Sebenarnya, sungguh sangat banyak teknik dalam membuat sebuah impian (Outcome). Saya sudah menjalankan banyak teknik dan semuanya bisa diterapkan. Yang membedakan satu teknik dengan teknik lainnya, hanyalah kecepatan waktu saja, yang juga sebenarnya tergantung dari keyakinan (Belief) dan sikap (Attitude) kita sendiri saja.
NB: Ooops. saya tambahkan istilah dalam bahasa Inggris biar kelihatan lebih hebat sedikit hi hi hi… Abis katanya tulisan saya sangatlah sederhana, sehingga kurang keren he he…

Bila air bening, mudah melihat ikan menari
Saat ada waktu luang, biasanya di Bali, saya akan sempatkan menyelam ke dalam lautan. Waktu yang paling baik adalah pagi hari sebelum jam 10 pagi, karena air laut cukup tenang dan air lautan di kedalaman 10-15 meterpun terlihat bening, kadang sangat bening.
Dan, saat bening yang hening inilah, saya bisa melihat, menikmati dan bermain lembut dengan Nemo yang menari di antara elusan warna-warni bunga karang. Jika kita bisa melayang dengan sangat perlahan, maka Nemopun akan ikut tenang dan siap dipotret karena Nemo juga sudah bergabung dengan saya dalam kelompok narsis he he…

Jika air bisa bening, demikianpun pikiran manusia
Saat pikiran butek, jangankan membuat impian, disuruh mikir saja nggak bisa. Sepertinya berat, bingung, gak ada ide, maunya ikut-ikutan saja. Nah, bila membuat Outcome dalam situasi ini, tentu hasilnya juga akan ikutan bingung he he… Buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya, bukan?
Nah, jauh lebih bijak kita menenangkan pikiran dulu sebelum membuat Outcome. Banyak cara yang bisa dipelajari. Salah satu Guru saya, Bapak Col. Izzy dari ABC Training Malaysia, biasanya menggunakan strategi mengunjungi dan ber-“semedi” beberapa minggu di Mekkah saat beliau membuat atau menyusun rencana atau Outcome.
Saya kadang memilih berada di sebuah tempat yang sunyi, yang hening, jauh dari keramaian. Kadang, saya memilih sebuah tempat yang pernah dikunjungi orang besar seperti Bung Karno saat beliau melakukan tirakat. Saya melakukan “modelling” yakni melakukan apa yang beliau lakukan.
Kadang, saya tapa bicara, kadang saya puasa, mutih atau kegiatan lainnya yang jarang atau bahkan belum pernah saya lakukan. Semua ini hanyalah untuk menerapkan berbagai ide yang saya dapatkan, yang semoga bisa berguna untuk dibagikan juga kepada orang banyak, agar dapat menjadi masukan ataupun inspirasi.

Muncul Ide Gila yang Aneh…
Suatu saat entah dari mana, muncullah sebuah yang menurut saya gila dan aneh he he… Saat itu, saya mengalami suatu situasi yang sulit sekali untuk menjadi tenang. Pikiran seperti lari kesana kemari, melayang jauh, kadang terbang ke sebuah tempat, kadang sangat fokus, kadang kosong, sangat kacau. Begitu kacaunya, di pikiran saya seperti ada setan.
Lalu, saya teringat sebuah kisah dari negeri Tiongkok tentang mercon yang digunakan orang jaman saat itu untuk mengusir setan. Katanya, setan sangat takut dengan bunyi yang keras, yang saat sebelum ditemukan mercon, masyarakat Tiongkok membakar bambu agar menimbulkan bunyi keras “Daaar” dan setanpun kabuuur… Sekarang para ahli NLP baru diketahui bahwa setanpun bisa di-“Pattern Interrupt” he he…
Kemudian, saya cari sebuah balon, lalu saya tiup balon tersebut dan membayangkan seluruh rasa tidak nyaman dalam tubuh saya pindah ke balon. Terus saya buang perasaan galau itu sampai balon pecah “Daaar”, kepala saya “hang” dan tiba-tiba pikiran saya jernih plooong…
Setelah itu, barulah saya mulai merancang Outcome saya yakni mencapai omset training 1 Milyar dalam1 bulan, cihuuuy… Saya ingin menjadi Motivator dengan penghasilan 1 Milyar per bulan., boleh kan? Masak nggak boleh, namanya juga impian he he…
Pernahkan Anda meniup balon? Kemungkinan besar, pernah. Namun, pernahkah Anda meniup balon dan sengaja meniupnya sampai pecah, sampai meledak? Mungkin, sangat sedikit orang yang melakukannya.

Prosesnya mudah sekali
Semoga ide yang sederhana banget ini bisa juga berguna untuk Anda, demikian tahapan prosesnya:
  1. Belilah beberapa balon yang murah, biasanya cukup tipis karena yang kita perlukan adalah untuk dipecahkan, biasanya tukang balon menggunakan istilah balon untuk 18 kali tiupan.
  2. Amati pikiran Anda saat ini, apakah sedang galau, sedang bingung, sedang sulit berpikir, sedang kacau, tidak punya ide, hang, malas, ada trauma takut gagal, tidak percaya diri, nggak tahu mau ngapain dan sebagainya.
  3. Siapkan sebuah balon dan tiuplah perlahan-lahan saja, namun sebaiknya terus meniup dan jangan berhenti. Walau lelah, namun teruslah meniup balon itu.
  4. Nah, saat meniup balon, lakukan beberapa hal ini:
  • Pindahkan rasa trauma, rasa marah, kecewa, kesal, bingung, kacau di dalam diri dan buang ke balon.
  • Boleh juga bayangkan warna hitam keluar dari dalam pikiran Anda dan mengumpul makin besar di balon dan terus semakin besar.
  • Jika ada gambaran atau wajah seseorang yang ingin Anda ikut buang, buanglah dan masukan ke dalam balon, terus tiup sampai dia pindah ke dalam balon.
  • Buang semua rasa yang ingin Anda buang, baik gambaran, suara yang membuat Anda terngiang-ngiang, perasaan yang menghambat ke dalam balon tersebut.
5. Teruslah meniup balon sampai sebesar mungkin, terus meniup sampai balon tersebut meledak “Daaar”, maka setan dalam pikiran Andapun kabur menghilang ketakutan.
6. Lega deh… Kalau belum lega juga? Ya, tiup aja lagi beberapa balon he he…

Sedikit ide tambahan:
  • Sebelum meniup balon, bila perlu pemanasan baik sekali untuk melakukan kegiatan buang nafas sebanyak mungkin dari perlahan ke ritme yang cepat dan semakin cepat. Bahkan, boleh dihentak. Setelah itu, lanjutkan dengan meniup balon.
  • Setelah meniup balon, jika Anda mau melanjutkan dengan berteriak, lakukan dengan berteriak sangat keras. Baik juga dilakukan berkali-kali sampai terasa sangat plooong… Bila malu dengan tetangga atau teman kos, tutup mulut dan wajah Anda dengan batal saat berteriak sebagai alat peredam suara he he…
  • Ide lain yang sering saya gunakan dalam meniup balon adalah simulasi proses mewujudkan cita-cita itu seperti orang meniup balon. Terus tiup dan tiup sampai pecah, boleh melambat namun jangan pernah sampai berhenti, karena akan membuat lebih berat saat mau melanjutkan tiup balon tersebut.
Uji Coba Meledakkan Balon
Saya paling hobi menguji coba sebuah ide ke beberapa kelompok orang sebelum saya tuliskan ide ini menjadi sebuah artikel. Misalnya, saya coba untuk membuang trauma anak-anak korban gempa, hasilnya sangat seru, lucu dan traumapun lenyap begitu cepatnya.
Ide meledakkan balon ini juga, sering saya gunakan saat ada sesi “Stress Management”. Sangat efektif untuk membuang stres. Kadang, kalau sedang iseng saya belikan balon untuk ulang tahun yang sulit sekali pecah ha ha ha…
Bahkan, saya pernah mengajak para penderita pasca Stroke untuk meledakkan balon bersama-sama, waktu itu hadir sekitar 500an peserta di Bumi Perkemahan Cibubur, mereka sangat semangat untuk mencoba, mereka bisa terbahak-bahak dan bahagia karena berhasil meledakkan balon. Salah satu dampak lainnya, mereka lebih percaya diri.

Adakah resiko balon meledak?
Resiko teknik tiup balon ini sebenarnya tidak ada, hampir tidak mungkin pecahan balon yang meledak itu menyerang muka Anda. Resiko yang paling mungkin adalah Anda terciprat air liur Anda yang bau pete saja ha ha ha…
Banyaklah manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari ide yang sederhana ini, Anda bisa kembangkan sendiri sesuai kebutuhan Anda atau orang lain yang mungkin memerlukannya. Silakan dibagikan, karena bukan sebuah ide baru dan hebat. Ini hanyalah sebuah ide yang sederhana saja. Saya hanya kebetulan tertarik untuk mengeksplorasi manfaat dari sisi lainnya saja. Paling tidak ada yang mencatat ide ini.
Setelah setan kabur, inilah saat yang terbaik Anda membuat Outcome… Berikut ini sebuah syair penutup untuk Anda para pembaca:

Saat hening akan tercipta
Itulah pesan tersirat Mengheningkan Cipta.
Saat diam seringkali pikiran lebih berkata.
Merancang sesuatu yang belum ada menjadi ada.
Keyakinan menjadi bara menyusun cita.
Menggerakan tangan menulis Cinta.
Tercanang sebuah Misi ke depan masa.
Untuk sebuah hidup yang lebih indah.
Untuk senyum yang lebih tawa.
Heningkan pikiranmu…
Diamkan setan benakmu…
Bicaralah dengan aku dalam dirimu…
Buatlah cita-citamu…
Jadikan itu arahmu…
Arah untuk melihat jauh…
Agar melangkah benar…
Berakhir di kemuliaan Dia…


dikutip dari : Krishnamurti
portalnlp.com

Tips Memilih Seminar Atau Training NLP

TIPS MEMILIH SEMINAR ATAU TRAINING NLP

Berikut tip untuk memilih seminar atau program training NLP
  1. Yakinkan dahulu siapa Trainer yang membawakan seminar tersebut. Anda akan menemukan berbagai kemungkinan seperti Trainernya punya latar belakang Trainer berlisensi atau bersertifikat dari lembaga atau badan NLP tertentu. Sangat penting untuk menjamin diri dengan kualitas sang Trainer. Cek badan yang diklaim oleh sang Trainer di internet.
  2. Setiap Trainer mempunyai gaya delivery unik dan variasi pengalaman unik pula. Kalau punya daya investasi yang cukup, silahkan lakukan window-shopping atau ikuti seminar dari berbagai Trainer untuk temukan Trainer yang Anda sukai dan/atau cocok dengan akal Anda. Ingat, di NLP tidak ada Trainer NLP terbaik, yang ada hanyalah Trainer NLP yang terbaik menurut masing-masing orang. Seperti halnya dokter, penata rambut, pengacara, dll, Trainer NLP pun bisa menyangkut 'cocok-cocokan'.
  3. Kalau budget adalah pertimbangan, mulailah dengan seminar-seminar singkat 1/2-1 hari oleh Trainer berlisensi. Walaupun seminar tersebut mungkin bukan seminar penjelasan apa itu NLP, tapi dengan belajar di kelas seorang Trainer NLP berlisensi resmi, Anda bisa memahami NLP dari cara sang Trainer berpikir, berkata-kata, bersikap, dan merespon situasi. Anda bisa belajar dari mengamati bagaimana seorang Trainer NLP bersikap.
  4. Kalau budget bukan masalah, pelatihan Praktisi NLP adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Karena di pelatihan ini, Anda akan belajar NLP dari A sampai Z, dalam bimbingan dan arahan Trainer berlisensi resmi.
  5. Apabila seminar tersebut adalah seminar aplikasi NLP, misalnya untuk motivasi, penjualan, pengembangan diri umum, kepemimpinan, komunikasi, dll, Anda sangat mungkin akan menemukan Trainer yang bukan Trainer NLP berlisensi, tapi Praktisi atau Master Praktisi NLP. Kepada mereka pun Anda masih sangat bisa belajar banyak. Yang harus jadi perhatian dalam memilih Trainer dalam seminar seperti ini antara lain:
    - Hasil yang telah mereka capai dengan aplikasi NLP
    - Jangka waktu pengalaman aplikasi NLP
    Jangan pernah tertipu dengan seberapa banyak yang mereka tahu dan bisa jelaskan. NLP bukan sekumpulan teori. Mereka yang telah memperoleh hasil dari pengalamanlah yang lebih bisa menjelaskan dengan lebih baik. 
  6. Kalau yang Anda cari hanyalah variasi pengetahuan dan pemahaman mengenai NLP, maka kedua hal di atas tidak jadi masalah. Tapi kalau Anda ingin memahami dengan baik esensi NLP, maka selektiflah. Pengalaman kami dengan peserta adalah sangat banyak peserta yang terkejut dengan perbedaan apa yang telah mereka pelajari dari seminar para Trainer sebelumnya dengan yang dipelajari dari kelas kami. Terutama, saat mereka tahu apa yang sebenarnya ingin diajarkan oleh Dr.Richard Bandler, sebagai sang pencipta NLP sendiri.
  7. Jangan pernah tertipu oleh janji-janji sang Trainer dengan berbagai kalimat seperti: Anda akan bisa ini, bisa itu, dalam waktu singkat, dll. Pengalaman kami sendiri bahwa setiap peserta punya jangka waktu pemahaman dan penguasaan yang berbeda-beda, semahir apapun Sang Trainer. Semakin ia tidak menjanjikan, dan semakin ia tidak mengklaim diri sebagai yang terbaik dalam ini-itu, semakin Anda justru lebih tenang akan kualitasnya. Seorang Trainer berkualitas tidak perlu menjanjikan Anda macam-macam.
  8. Jangan pernah tergoda oleh singkatnya seminar dan apalagi murahnya investasi. Pembelajaran NLP memang tidak butuh waktu lama, tapi juga tidak bisa dipelajari dalam waktu terlalu singkat, apalagi apabila ada janji bisa menguasai begitu banyak prinsip dan teknik dalam 1-2 hari misalnya. Pengalaman kami, dalam waktu 7 hari pun tidak semua prinsip dan teknik NLP bisa dikuasai dan dimahiri semuanya. Kalau ada program NLP yang menjanjikan Anda bisa menguasai 10-20 prinsip dan teknik NLP dalam 1-2 hari, berarti mereka coba mengatakan kepada Anda bahwa Anda akan menguasai 1 prinsip atau teknik dalam 30 menit atau 1 jam. Hati-hati, karena yang sebenarnya dimaksudkan adalah sang Trainer akan mengajarkan Anda semuanya atau akan menyebutkan semua prinsip dan teknik tersebut, tapi bukan berarti Anda akan menguasainya saat itu! Kritislah.
  9. Jangan tertipu oleh murahnya investasi seminar. Seperti berbagai hal dalam hidup ini, Anda akan temukan bahwa saat Anda membeli sesuatu yang murah, biaya yang lebih besar akan Anda keluarkan dalam jangka panjang, termasuk sebagai langkah perbaikan, melengkapi, bahkan pergantian. Ingat bahwa 'you pay peanuts, you got monkey'. Beranilah berinvestasi. NLP adalah teknologi pencapaian prestasi, dan untuk sebuah prestasi masa depan, beranilah berinvestasi.
  10. Jangan pernah tertipu oleh berbagai testimoni peserta seminar sebelumnya, karena yang bagus untuk mereka, belum tentu bagus untuk Anda. Anda yang akan memutuskan sendiri.
  11. Apabila ada seminar-seminar yang menawarkan hadiah seperti copy CD/DVD NLP dari para tokoh NLP, copy buku-buku, copy e-book berisi berbagai buku-buku NLP, atau menjualnya dengan harga murah di belakang ruang seminar, tantang segera Trainernya apa yang ia ajarkan kepada para peserta dengan tindakannya tersebut. Seorang Trainer NLP akan memperhatikan unsur EKOLOGI, dan menjual produk bajakan bukan tindakan EKOLOGI, apapun alasannya. 
  12. Seminar 'fire-walking' atau seminar motivasional belum tentu adalah seminar NLP. Tanyakan basis teknologi atau teknik yang digunakan dalam seminar tersebut sebelum mendaftar.
  13. Belajar NLP dengan FUN dan tersenyum, karena sesuai dengan rekomendasi Sang Pencipta NLP, Dr.Richard Bandler, tersenyum dan menikmatinya adalah bagian penting dalam belajar NLP :-)
INTERNET
Sarana belajar NLP yang juga murah-meriah tentu saja adalah internet. Banyak sekali sumber untuk ini, lokal maupun internasional. Semua situs provider Training atau Coaching NLP, seperti halnya NLP INDONESIA, memberikan beberapa halaman yang menjelaskan mengenai NLP dan/atau aplikasinya.
Anda bebas memilih sumbernya, termasuk dari referensi umum seperti Wikipedia, google, yahoo!, facebook, dll. Silahkan bertualang dengan penuh senyum dalam belajar NLP.

 sumber: nlpindonesia.com

Berita Luar Negeri